1. Genteng bakar lebih tahan cuaca tropik dibanding genteng dari bahan lain misalnya semen, logam, kayu, atau ijuk.
2. Genteng bakar lebih fentilatif, tidak pengap dibanding genteng lembaran dari bahan apapun.
3. Genteng bakar tidak berisik bila ada hujan deras dibanding genteng dari bahan logam.
4. Genteng bakar sekarang ada yang kedap air/anti rembes sehingga sisi bawah akan tetap kering disamping bebannya menjadi stabil cocok untuk konstruksi baja ringan.
5. Jenis kodok dan morando 2000 mengutamakan kerapatan pasangan, tanpa aluminium foil sudah cucukp rapat, sedangkan jenis mantili mengutamakan kemudahan pasangan seperti sebagian besar jenis genteng yang perlu menggunakan aluminium foil, silahkan pilih.
6. Genteng bakar memiliki daya serap yang bagus dari panas terik matahari.
Tips mencari genteng murah tapi baik. Yakni genteng Kudus dicat dengan cat mutu tinggi. Harga hanya 2700 tampilan dan manfaatnya sama dengan yang berharga 4000 lebih. Beban tidak berlebihan, kuat diinjak, rapat, cat yang bagus sangat tahan cuaca tropik, bisa pilih warna dan gilap, beban stabil sebab sudah di proofing (dibuat kedap air bolak balik). Kok bisa murah ? Karena dikerjakan sendiri, bahan bakar yang digunakan murah sekali. Yang mahal hanya catnya karena pakai cat bakar dengan pigmen besi oxida, bagus dapat diandalkan. Cara pesan gampang via sms 085726866999. Mau pilih warna, tinggal menentukan nomor pilihan warna pada brosur cat genteng Mowilex, terus diclear dengan PU tentu bagus, tidak bakal kecewa 20 th lebih warnanya tetap bagus ! Pilih model genteng yang bagus,dan rapat misalnya jenis flat atau morando 2000. Selamat mencoba semoga puas. Tapi harus pesan,tanpa DP kalau sudah dikirim baru bayar!
BalasHapusKalau mau yang murah natural ambil saja jenis kodok Kudus Sokka dari Sentra Genteng Kudus baik paling murah. Kalau lebih murah lagi ada tapi mengecewakan, sebab genteng harus kuat, tahan cuaca tropik, rapat. Jika genteng ada yang rusak tidak tahan cuaca tropik tentu perbaikannya memakan beaya besar. Jadi pilih mutu sentra yakni yang bakaran tengah kalau untuk bangunan permanen seperti rumah tempat kediaman.
BalasHapusSukses dengan iman. Sukses secara mudah tentu terkabulnya do'a, berhasilnya usaha. Sukses adalah keberhasilan memanfaatkan waktu. Semakin tinggi kwalitas dan jumlah manfaat yang dapat dimanfaatkan oleh semakin banyak orang atas sesedikit mungkin waktu,semakin tinggi nilai waktu kita. Waktu hidup harus kita hargai sebab andaikan bisa dijual, berapapun harganya tentu dibayar orang. Gaji termahal, income orang terkaya didunia sekalipun masih belum lagi cukup, jika digunakan untuk membayar harga waktu yang digunakan untuk memperoleh gaji atau incomenya. Oleh karena itu semua orang pasti rugi dengan berjalannya waktu, sehingga semakin tua, dan pada akhirnya hari hari indahnyapun berakhir ! Beriman atau tidak tapi proses itu berlaku sama. Bagi orang yang beriman, menulis, berbicara dan mengerjakan apa saja selalu diawali dan diiringi niyat demi untuk dan atas nama Tuhannya, sehingga pantas baginya mengharap imbalanNya. Setiap orang pasti memahami bahwa hidupnya bukan keinginannya apalagi hari kematiannya. Sehingga orang harus menyerah pada kenyataan akan ketidak tahuan skenario lanjutannya. Jika tidak juga beriman, maka sesungguhnya separoh potensi tidak difungsikan. Berbahagialah orang orang yang beriman yang mengabdikan diri setiap hari, 24jam/hari dengan niat beribadah kepada Tuhannya, karena mereka berhaq mengharap imbalan atas pemanfaatan waktu waktunya. Prinsip yang pertama adalah niat ibadah. Apapun yang kita tulis, bicarakan, kerjakan akan lebih bermanfaat maksimal jika tepat pada waktunya, sebaliknya waktupun akan lebih berharga, jika kita mampu menyelesaikan sesuatu lebih cepat dengan kwalitas manfaat yang sama. Ini adalah prinsip yang kedua. Prinsip yang ketiga, bahwa kita tidak mungkin mampu melakukan sesuatu yang bermanfaat maksimal, kecuali dengan keahlian dan ilmu. Bagi orang yang beriman, ibadah tanpa ilmu ditolak tidak diterima Tuhannya. Prinsip yang keempat adalah bahwa tidak ada ibadah yang dilakukan secara setengah setengah, akan tetapi dengan semangat jihad seluruh potensi harus dicurahkan untuk meraih sukses. Bagi seorang Muslim, sukses hidup didunia dan akherat tidak dapat dicapai kecuali dengan prinsip yang ke lima yakni mengutamakan sholat, sebab sholat adalah pokok dari setiap bentuk peribadatan, sholat juga merupakan pembagi waktu, sholat merupakan cara kita mendekatkan diri sedekat dekatnya kepada Allah. Ternyata bahwa seruan muadzin itu adalah ajakan untuk sholat dan untuk meraih sukses. Hayya alas sholah, hayya alal falah ! Al Qur'anpun ternyata memang merupakan petunjuk bagi orang yang bertaqwa pada Tuhan yaitu orang orang yang sukses !
BalasHapusPerbedaan madzhab, adakah solusinya. Mungkin Anda pernah membaca beberapa artikel yang dengan uraian panjang ingin mengatakan bahwa tidak akan masuk surga kecuali yang sesuai dengan yang ditulisnya. Melarang duduk bersama dengan orang yang tidak sefaham dengannya. Seolah olah sudah sangat tahu bahwa tempatnya pasti disorga. Kalau misalnya kita benar benar sudah faham apa itu musyrik, kafir atau ahli bid'ah, maka tentunya jauh lebih bagus untuk introspeksi. Jika misalnya kita khawatirkan saudara kita terjerumus menjadi kafir, musyrik atau ahli bid'ah, tentu dengan semangat menolong sebagaimana menolong saudara sesama seagama, santun, halus jauh dari nuansa permusuhan. Kita memilih sesuatu, kita punya argumentasi. Apa yang kita lakukan, itulah yang kita yakini. Tidak ada paksaan dalam agama, tidak juga ada penipuan didalamnya. Faktanya memang dalam Islam setiap madzhab berbeda.Jika seorang alim mendakwahkan hal berbeda yang menjadi ciri madzhabnya kepada orang awam dari madzhab lain, maka itu adalah penipuan, sebab ada argumentasi dari madzhab lain yang tidak disampaikan secara berimbang. Perbedaan lebih bermanfaat jika setiap madzhab mengkajinya secara mendalam, intensif, tapi intern saja oleh ahlinya masing masing, dan secara berkala hasil kajian masing masing dibicarakan bersama antar madzhab dalam satu meja, kena apa bisa berbeda, tidakkah lebih baik disamakan saja. Kalau sudah sama sampaikan kepada publik. Kalaupun terpaksa tidak bisa sama, sampaikan juga secara terbuka dalam kalimat yang sama argumentasi masing masing oleh wakil dari semua madzhab, sehingga tidak ada penipuan sedikitpun kepada ummat, jika mereka memilih, maka pilihannya adalah pilihan tanpa penipuan ! Kami kaum awam tidak suka dipecah belah, kami ingin Islam hanya satu, kami ingin kejujuran, kami ingin para 'Alim dari semua madzhab bekerjasama agar kami juga bisa bekerja sama, bangkit bersama dalam kebangkitan Islam dengan menegakkan ukhuwah Islamiyah !
BalasHapusAnak anak kita di SD punya pemahaman yang bagus. "Bendera kita merah putih. Merah saudara putih, merah putih sahabat semua warna. Muslim saudara sesama Muslim, ummat Islam sahabat semua ummat beragama. Bendera kebangkitan Islam adalah UKHUWAH ISLAMIYAH". Kebangkitan Islam adalah kebangkitan ummat Islam untuk menegakkan bendera bersama, bertakbir dan berbagi salam, kasih sayang, dan barokah Allah ta'ala menuju sukses hidup fiddunya wal akhiroh berbasik rohmatan lil'alamin. Kita bermadzhab, kita yakin dengan apa yang kita pilih dan kerjakan, tapi kita abdi Allah, pengikut Rosulullah, pembela Islam bukan pembela madzhab. Kita akan perhatikan ceramah, tausiah yang adil, terbuka dan berimbang, tidak hanya dari satu sisi pandang madzhab saja. Kami hanya mau mendengar tausiah untuk hal hal yang sama dari semua madzhab. Untuk hal hal yang berbeda kami sangat menghargai tausiah yang adil, jujur terbuka dan berimbang dari semua madzhab.Kita tidak mau dikotak kotak, kita mau Islam hanya satu dan bekerja sama, seperti pada saat Rosulullah masih hidup, tidak setelah wafat !
BalasHapusKebangkitan Islam harus dimulai dari masjid kemasjid Allah ta'ala. Jika syahadat, sholat, puasa sudah kita tunaikan bersama sebaik baiknya. Maka dalam era KEBANGKITAN ISLAM yang harus kita pikirkan bersama adalah zakat dan haji.
BalasHapusZAKAT. Setiap masjid seharusnya memiliki baitul maal, yang dapat mengelola dana zakat dan shodaqoh. Pengelolaan dana itu harus dibawah kendali Imam masjid didampingi orang orang yang ahli, diawasi oleh wakil dari para muzakinya. Setiap masjid punya wilayah, punya Imam dan punya jamaah yang terdiri atas 3 kelompok yakni Muzaki, Umum dan Mustahiq. Mustahiq secara theori ada 8 asnaf, yang harus kita perhatikan sekarang adalah ghorimin yakni pengusaha lemah yang terjerat kredit bunga tinggi. Muzaki dan masyarakat umum harus bekerjasama melalui baitul maal untuk menolong dan merubah ghorimin menjadi muzaki kembali. Sebab kalau tidak, maka tanah tanah strategis dekat masjid bisa dijual, orang orang yang ahli masjid bisa digantikan oleh orang orang yang bukan ahli masjid. Kita seharusnya tidak sempat omong bid'ah, jika menyadari persoalan ini ! Tata kelola dana baitul maal. Demi kredibilitas baitul maal dibawah kendali Imam, maka dana itu harus utuh dan dikumpulkan terus agar semakin besar untuk dipinjamkan kepada pengusaha lemah (ghorimin) tsb. bagian hasilnya saja itulah yang boleh dibagi habis kepada mustahiq lainnya terutama Saudara kita yang membutuhkan bantuan dana permanen karena udzur dan anak anak berprestasi yang membutuhkan dana pendidikan, disamping tentunya mustahiq yang lain. Bagian ahli yang membantu Imam membina ghorimin, mendapatkan bagian 1/16 sebagaimana Imamnya, sebagai sabilillah yang mendapat 1/8 dibagi 2. Ghorimin yang pinjam dana baitulmaal, harus bebas dari beaya administrasi dan bunga, hanya bagian hasil semampunya saja dibagikan langsung kepada mustahiq lain terdekat. Ini akan terbentuk sebuah sistem masyarakat Islami yang sadar zakat, Islam tidak mandul seperti sekarang, kita lihat kas shodaqoh masjid menumpuk, tapi diluar masjid berjubel pengemis ! Kita tidak usah hawatir ghorimin tidak mampu bayar hutang, karena disamping Imam punya tenaga pembina yang tentunya bisa mengawasi jalannya usaha, Utang itu akan ditanggung anak anaknya jika beliau wafat. Hingga dana itu akan bermanfaat permanen tidak akan berkurang, tapi semakin bertambah terlebih lagi jika semakin banyak ghorimin berubah menjadi muzaki semuanya.Saudara Saudaraku kaum WAHABI dan Syiah yang punya dana besar dapat menolong Saudaranya pada sisi ini disini.
Haji. Kita tidak tahu dana DP Haji dalam jumlah besar sekarang ini dimanfaatkan untuk apa dan siapa. Allah ta'ala memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia untuk berhaji, firman Allah yang sangat menjadi perhatian kita ; "niscaya akan datang mereka jalan kaki dan naik onta kurus dari tempat yang jauh". Selain itu Allah ta'ala menyatakan dalam firmanNya diakhir ayat lain tentang haji, bahwa ; "Allah Maha Kaya akan seluruh alam semesta". Dengan pernyataan firman Allah ta'ala seperti itu, maka sebagai abdiNya yang dalam keadaan sehat dan setiap hari bisa jalan kaki kemana mana tentunya tidak layak mengatakan tidak mampu berusaha. Bagaimana kalau "jalan kaki" yang secara fisik tidak mungkin kita lakukan sebab didepan kita ada lautan yang maha luas ? Hal itu dapat kita siasati dengan mengukur jarak antara tempat tinggal kita sampai ke Makkatal Mukarromah dengan menghitung besaran ONH. Jika jumlah ONH Rp.30.000.000., maka setiap menabung Rp.1000. itu berarti pasti kita telah melangkah 1000 langkah. Kapan sampainya itu adalah urusan Allah taala, Yang Maha Kaya dari seluruh alam semesta. Yang penting setiap dapat dana, kita ambil dulu kita sisihkan untuk itu, kemudian yang wajib, yang sunat, baru yang mubah terakhir kita danai. Jangan terbalik yang makruh dulu, yang rukun terlupakan. Oleh karena itu jika istri kita melahirkan anak, bagus sekali jika langsung kita daftarkan tabungan haji untuk anak kita yang baru lahir, semoga anak kita mendapat rizki berlimpah dari Allah ta'ala. Cara ini tidak ada dizaman Nabi, jadi jangan katakan ini dari Nabi, bid'ah dlolalah! Tapi kita yakin kanjeng Nabi menyukainya. Ini adalah cara kita mengatur dana, yang dapat kita niatkan ibadah kepada Allah ta'ala sebagai abdi yang cinta kepada Nabinya. Jika kita biasakan cara menafkahkan harta seperti ini, maka dibank bank syariah akan tersedia dana segar yang sangat besar. Tidak akan ada kredit bunga tinggi yang menjadikan pengusaha kita jadi ghorimin semua seperti sekarang ini. Semoga.
BalasHapusKebangkitan Islam harus dimulai dari setiap diri. Bahwa perubahan adalah fakta alami. Islam mengajarkan hijrah sebagai perpindahan Rosululllah dan kaum muslimin dari Makkah ke Madinah, yang kemudian kembali ke Makkah membawa sukses berupa kemengan besar. Hakekat hijrah adalah perjuangan untuk berubah menjadi lebih baik. Semangat hijrah harus selalu melekat disetiap diri setiap saat. Begitu juga semangat jihad, kita harus melakukan semua pekerjaan yang baik dengan sungguh sungguh sebaik baiknya, sebab pekerjaan itu kita kerjakan dengan basmallah, demi untuk dan atas nama Allah ta'ala. Allah ta'ala mengawasi sekaligus menguji kesungguhan kita dalam menyelesaikan setiap hambatan dan kesulitan. Pada saatnya Allah pasti menolong kita. Kita harus bangkit dengan semangat hijrah dan jihad untuk mengisi waktu waktu kita. Kita memiliki dua periode waktu yang selalu kita jalani, yang merupakan kesempatan untuk berjihad dan berhijrah dalam berbagai kebaikan yang musti kita bagikan. Hidup memang hanya untuk berbagi manfaat sebaik dan semaksimal mungkin kepada kalau bisa sebanyak mungkin dunia, jangan lupa motivasinya bukan uang tapi Allah dzat pemberi rizki. 2 periode waktu itu yaitu waktu antara takbir sampai salam yang harus kita tunaikan tepat diawal waktu, dan periode antara salam sampai takbir sholat berikutnya untuk berbagi manfaat, salam, kasih sayang dan keberkahan hidup kita fiddunya wal akhiroh. Kita sukses jika kita berhasil memanfaatkan waktu waktu kita yang tidak pernah berjalan mundur, dengan berbagi manfaat sebaik dan semaksimal mungkin, kepada sebanyak mungkin fihak karena Allah ta'ala bukan karena uang semata. Ingin saya pastikan keyakinan saya bahwa peluang untuk mencapai sukses lebih besar dan kuat jika setiap usaha, kita niatkan karena Allah dan bukan karena uang. Usaha yang semata mata digerakkan karena uang, akan selalu memilih uang dari pada kualitas manfaat, sehingga faktor produksi dalam jumlah pengorbanan yang sama, bisa kurang memberikan manfaat yang lebih bermutu terbentur kalkulasi yang dianggap merugikan pada hal memberikan manfaat karena kualitas jauhlebih menguntungkan andaikan bisa dilakukan. Jika uang yang menjadi motivasi pencarian kita, maka sejak mulai, selama usaha sampai berakhirnya, uang akan selalu manjadi masalah. Disamping itu dengan iman ada semangat jihad dan hijrah yang sesungguhnya merupakan kekuatan yang bisa membuat kita menang dan sukses ! Semoga samakin beriman dan berilmu kita semakin sukses dalam bidang kita masing masing ! Amin.
BalasHapus