Selasa, 07 Februari 2012
INSTITUT AL- IMAM SYAFIE (INTIS): Terhentinya sesuatu Ibadah
Firman Allah ta'ala ;"Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu". Wallahua'lam. Bahwasannya kita harus senantiasa menyadari keberadaan kita yang tidak lain hanya sebagai abdi sehingga apapun aktifitas kita 24jam/hari adalah untuk beribadah kepadaNya tidur/terjaga, siang/malam. Tentu ada ibadah yang ditunjukkan cara pelaksanaannya oleh Rosulullah maka dalam hal ini kita tidak boleh mengarang cara lain. Ada ibadah yang tidak ditunjukkan caranya secara spesifik oleh Rosulullah, sehingga kita dapat mengarang sendiri cara yang terbaik. Yang menghabiskan waktu hidup kita ialah bekerja menyangkut profesi oleh karena itu sangat disayangkan jika waktu kita terbuang percuma jika pekerjaan sesuai profesi kita tidak bisa kita niatkan ibadah kepaadaNya. Jika tidur bisa kita niatkan ibadah, maka bekerjapun bisa kita niatkan ibadah, bahkan sayang kalau tidak kita niatkan ibadah. Setiap gerak adalah urusan dunia akherat sebab selalu ada pertanggung jawaban keakheratan, tidak perduli dia Muslim/non Muslim. Muslim/non Muslim sebagai manusia mau tidak mau maka dia adalah sebagai abdi Allah ta'ala, sebab siapapun yang melakukan kejahatan akan melihat akibatnya diakherat. Jika seorang muslim dengan niat mengabdi, mengutamakan sholat, mengerjakan dengan ilmu baik ilmu agama maupun umum, ketika berbagi manfaat sesuai dengan profesinya dengan jihad dan tepat pada waktunya, maka itu adalah ibadah yang layak mendapat pahala kebaikan dari Allah ta'ala. Berbeda dengan non Muslim. Urusan dunia adalah urusan yang baik yang bermanfaat tapi dikerjakan bukan karena Allah ta'ala.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Sukses dengan iman. Sukses jika do'a keinginan dan usaha kita diijabah/berhasil. Disamping itu kita sukses jika kita berhasil memanfaatkan waktu kita sebaik baiknya, untuk berbagi salam kesejahteraan, kasih sayang dan berkah Allah, dengan ucapan dan keahlian kita masing masing tentu dengan niat ibadah kepada Allah. Sesuatu dapat dibilang bermanfaat jika diamal sholehkan. Amal perbuatan bisa dibilang sholeh,baik dan bermutu,jika dikerjakan dengan niat yang baik, dikerjakan dengan ilmu dan keahlian, dengan sungguh sungguh, tepat pada waktunya dengan memperhatikan skala prioritas, dan mengutamakan sholat. Kita tidak dapat membayangkan sukses dapat diraih dalam sekejap, akan tetapi merupakan akumulasi setiap langkah perbuatan. Sukses bukan semata milik orang kaya, milik pejabat atau penguasa ataupun milik para ilmuan bahkan mereka masih harus diingatkan oleh para muadzin untuk menghargai waktu waktunya dengan hayya alas sholah hayya alal falah, mari kita sholat, mari kita raih sukses sukses kita. Sukses adalah hak setiap orang, baik miskin, kaya, tua muda, awam ilmuan, pejabat atau rakyat jelata semuanya berhak memanfaatkan waktu waktu hidupnya yang begitu berharga dengan amal sholeh sesuai bakat keahliannya.
BalasHapus